Arsip Blog

OMBAK BESAR OMBAK KECIL

Alkisah, di tengah samudra yang luas, saat air laut pasang, tampak ombak besar bergulung-gulung dengan gemuruh suaranya yang menggelegar, seakan ingin menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.

Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, terdengar gemericik suara ombak kecil bersusah payah mengikuti jejak si ombak besar. Tertatih-tatih, mengekor hempasan ombak besar. Si ombak kecil merasa dirinya begitu kecil, lemah, tidak berdaya, dan tersisih di belakang. Sungguh, terasa menyakitkan.

Dengan suaranya yang lemah, kurang percaya diri, ombak kecil bertanya kepada ombak besar. Maka sayup-sayup, terdengar serangkaian percakapan di antara mereka.

“Hai ombak besar, aku ingin bertanya kepadamu. Mengapa engkau begitu besar, begitu kuat, dan gagah perkasa? Sementara lihatlah diriku… begitu kecil, lemah, dan tidak berdaya. Aku ingin seperti kamu!”

Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu mengganggap dirimu kecil dan tidak berdaya. Sebaliknya, kamu mengganggap aku begitu hebat dan luar biasa. Anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya!”

“Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu apa?” timpal ombak kecil.

Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda, tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama! Kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak kecil dan ombak besar adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati adalah air. Bila kamu bisa menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku: kuat, gagah, dan perkasa.”

Jika kita tahu siapa diri kita di hadapan Tuhan, kita tidak akan peduli apa kata orang lain tentang diri kita. Kenalilah gambar diri Anda yang sejati, dan izinkan Tuhan berkarya dalam hidup Anda.

Sumber : andriwongso.com dan jawaban.com

TUHAN TAHU !

Semua ada waktunya, Semua indah pada waktunya….
TUHAN tak akan terlambat, Juga tak akan lebih cepat…..

TUHAN TAHU

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia… Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih… Tuhan sudah menghitung air matamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasaberlalu begitu saja… Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untukmenelepon… Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi… Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan… Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan… Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur.. Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. . Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi… Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap… TUHAN TAHU !

MAKANAN TERPENTING DALAM HIDUP KITA

Ernest Campbell, seorang mantan dosen dari Union Theological Seminary di New York menceritakan kisah seorang wanita yang membeli seekor burung kakak tua di toko hewan peliharaan setempat karena merasa kesepian. Ia membawa pulang burung kakak tua itu dan berharap dapat mengusir rasa sepinya. Tetapi setelah beberapa hari , ia kembali ke toko itu dan mengeluh, “Burung kakak tua ini belum berkata-kata sepatah katapun!”


“Apakah burung itu punya sebuah cermin?” Tanya si pemilik toko. “Burung kakak tua suka melihat diri mereka sendiri di cermin.”

Akhirnya wanita itu membeli sebuah cermin dan kembali pulang.

Esok harinya, ia kembali ke toko karena burung itu masih belum bersuara.

“Bagaimana dengan sebuah tangga?” Tanya si pemilik toko. “Burung kakak tua senang naik turun tangga.” Lalu wanita itu membelikan sebuah tangga untuk si burung kakak tua. Tetapi burung itu masih saja diam seribu bahasa.

Untuk kesekian kalinya wanita ini mendatangi toko hewan itu. Kembali si pemilik toko memberikan sebuah saran, “Apakah burung itu memiliki sebuah ayunan?” Tanya pemilik toko. Burung suka bersantai di ayunan.”

Karena si burung kakak tua ini belum memiliki ayunan, si wanita itu membelikannya sebuah ayunan.

Keesokan harinya ia kembali ke toko tersebut untuk memberi tahu pemilik toko bahwa kakak tuanya sudah mati.

“Saya sangat prihatin mendengar kabar itu,” kata pemilik toko. “Apakah burung itu pernah mengatakan sesuatu sebelum ia mati?”

“Ya,” jawab wanita itu. “Burung itu berkata,’Tidakkah mereka menjual makanan di sana?'”


Pelajaran dari kisah tersebut, kata Champbell, adalah bahwa mungkin kita membeli cermin untuk berdandan, tangga untuk dapat naik lebih tinggi, dan ayunan di mana kita bisa mencari kesenangan, tetapi seringkali kita mengabaikan untuk memberi makan jiwa dan roh kita.

Inilah makanan yang sehat bagi jiwa dan roh kita, firman Tuhan.

source : http://www.jawaban.com