Monthly Archives: Juli 2008

Kehilangan..

Tidak ada yang menyenangkan dari hal kehilangan…
kehilangan teman..
kehilangan kebersamaan..
kehilangan cerita..
kehilangan kenangan…
semuanya membuat kita sedih.. seperti yang aku rasakan saat ini….
Doaku hanya semoga berhasil dan semoga berbahagia….

Ternyata.. cuma kabar angin hehehe

Wah sempat cemas tadi gak bisa login ke klikbca.com … tapi setelah perjuangan keras heheheheh … ternyata bisa masuk lagi dan lihat saldonya masih ada pas seperti kemarin2…

Ya coba tadi ada keajaiban saldonya meningkat tajam heheheheh 😀

BCA Kena Hack???

Tadi dapat pesan dari teman dengan kalimat berikut :

“Rufina Sodaranya Agnes nih!!: mOnIkA maria: Andre tcs: indoscriptnet: tebusan Pengumuman: Bagi anda yg menyimpan uang di BANK BCA, segera melakukan penarikan dr sekarang (BANYAK YANG LAGI ANTRI DI ATM BCA DAN ADA YANG PINGSAN KARENA SALDONYA HILANG). Sebab BCA di Hacker org.. dan ketika customer service di hubungi tidak ada respon. (Mohon Di Copy+Pastekan ke YAHOO list anda”

Pas aku coba masuk ke BCA.Com emang gak bisa masuk, katanya lagi ada problem… so jadi berpikir apa benar yah???

wah wah wah gimana yah…

Liburan Kemarin

Wah liburan kemarin, hampir separuh waktunya dihabiskan di rumah neh sambil nonton tv kabel..

Sore2 pengen jalan2, yah planning mo nonton batman, tapi mungkin karena harinya bukan hariku yah…malah malam itu dihabiskan dengan ganti ban mobil yang pecah, kemudian cari bensin karena bensin mobilnya habis.. huhuhuhuhuh… batal dech nontonnya 😦

Tapi gpp juga sih itung-itung olah raga malam hahahahaha

Tetap semangat ^^

Belanja Bijak Dengan Kartu Kredit

Salah satu sisi kehidupan finansial yang paling cepat berkembang mengikuti budaya global adalah penggunaan kartu plastik dan salah satu produknya adalah kartu kredit. Instrumen keuangan ini memberikan berbagai kemudahan baik dalam bertransaksi maupun manajemen arus kas. Bagaimana dapat memanfaatkan keberadaan kartu kredit bagi keuangan Anda, dan menentukan pilihan kartu kredit yang sesuai dengan pola keuangan yang Anda miliki.

Kartu kredit memberikan banyak kemudahan bagi para pemiliknya, dari keamanan sampai pembayaran cicilan bulanan yang minimal. Tetapi, hal yang harus selalu diingat dalam penggunaan suatu produk budaya baru adalah keharusan penyesuaian-penyesuaian pada perilaku kita. Janganlah kita hanya terjebak pada ‘gaya hidup’-nya saja, tetapi juga bagaimana mengekploitasinya guna kepentingan kita.

Jangan Mudah Terbuai Dengan Iming-Iming Keuntungan

Kartu belanja yang dikeluarkan oleh Carrefour, juga berfungsi sebagai sarana pembayaran cicilan dengan jangka waktu maksimal hingga 2 tahun. Selain itu, pemilik kartu belanja Carrefour juga bisa menikmati diskon khusus sebesar 1,5% dari harga barang.

Kartu belanja Makro juga menawarkan berbagai fasilitas yang tak kalah menyenangkan. Dengan memiliki kartu ini, pemegang kartu mendapat fasilitas kasir tersendiri sehingga terbebas dari antrian panjang yang biasa terjadi. Kelebihan lainnya, pemegang kartu juga mendapatkan parkir khusus dan dapat berbelanja melalui telepon.

Tapi awas, iming-iming berbagai kemudahan seperti di atas terkadang berakibat fatal. Lantaran berbagai kemudahan yang diberikan, Anda sebagai pemakai tanpa sadar terbuai dan terjebak ke dalam tumpukan hutang yang tak kunjung terlunasi. Maklum, bunga kartu kredit yang ditawarkan tidaklah murah, saat ini berkisar antara 3-4% per bulannya. Konsumen yang keenakan berbelanja dan tidak disiplin dalam melakukan pembayaran bulanan bisa terlilit hutang yang kian lama kian menumpuk.

Perhitungan bunga yang berlaku adalah prinsip bunga berbunga. Bunga bulanan yang sekitar 3-4% per bulan dapat tumbuh pesat mencapai lebih dari 40%. Tentunya hal ini sangat memberatkan Anda sebagai konsumen pemakai, bila Anda tidak cermat dan bijak dalam memanfaatkan kartu kredit.

Oleh karenanya sangat dianjurkan agar Anda meneliti dengan seksama sebelum Anda mengambil keputusan untuk memiliki kartu kredit. Jangan sampai kemudahan kartu kredit yang ditawarkan malah memberikan petaka di kemudian hari . Bila Anda tertarik untuk memilikinya, kami menganjurkan untuk memiliki tidak lebih dari 2 buah kartu kredit dengan kegunaannya masing-masing bagi Anda dan keluarga.

Memakai Kartu Dengan Bijak

Kendati kartu kredit sudah menjadi ikon bagi masyarakat kelas menengah di kota-kota besar, toh masih banyak yang belum mengerti cara pemakaian kartu kredit dengan bijak. Tak jarang, per bulannya sebagian besar pendapatan gaji justru habis untuk membayar bunga kartu kredit. Beberapa saran bagi semua pemegang kartu kredit agar:

1. Disiplin dalam menggunakan kartu kredit. Usahakan penggunaan kartu kredit memang sudah dianggarkan dalam keuangan keluarga. Ibarat Anda menggunakan uang tunai tapi dengan kelebihan tenggat waktu.

2. Bila saran pertama dapat Anda jalani, maka ada baiknya bila Anda mengalihkan pengeluaran-pengeluaran rutin, seperti bayar telepon, listrik dan lain-lain ke dalam kartu kredit.

3. Jangan pernah Anda mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit Anda, bukan hanya bunga besar tapi juga beban biaya dan penerapan perhitungan bunga langsung. Pengecualian – keadaan darurat.

4. Sebaiknya jangan hanya membayar cicilan minimun setiap bulannya. Karena beban bunga bulanan yang bisa mencapai 3,5%. Dengan perhitungan bunga berbunga maka bunga hutang kartu kredit Anda bisa lebih dari 40%. Bukan main besarnya.

5. Batasi kepemilikan hanya 2 kartu kredit.

Ada satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mengelola keuangan dengan jalur yang benar yaitu dengan menetapkan tujuan prioritas yang Anda idamkan. Keputusan untuk membeli haruslah didasari oleh sebuah kebutuhan, jangan Anda membelinya hanya karena dorongan atau ketertarikan karena promosi serta iklan besar-besaran ataupun diskon. Tapi ambillah keputusan membeli sesuatu karena memang Anda membutuhkannya. Belanjalah dengan bijak!

Sumber : http://www.jawaban.com

Tips Investasi Untuk Segala Umur ! (Bag. 2)

Usia sekitar 40-an
Invest Segala UmurKeamanan finansial Anda di usia 40-an sebagian besar tergantung seberapa banyak pengendalian pengeluaran Anda selama dekade sebelumnya. Jika Anda memang bisa berdisiplin, ada kesempatan bagus yang Anda bisa lakukan untuk meng-upgrade ke rumah yang lebih besar atau, pilihan lainnya, melakukan renovasi yang Anda tunda dikarenakan investasi keuangan Anda selama ini.

Bagaimanapun, usia 40-an terkadang adalah masa sulit untuk finansial bagi orang yang memiliki anak sebagaimana mereka memiliki pengeluaran lebih dibandingkan sebelumnya, terutama jika mereka bersekolah di sekolah swasta. Kelompok ini perlu memastikan budget dengan sangat baik. Dengan kontrasnya, mereka yang memiliki pendapatan tinggi, atau dengan sedikit atau tanpa pertanggung-jawaban keluarga, seharusnya akan memiliki kapasitas untuk melanjutkan memperlebar portfolio investasi mereka.

Pilihan lainnya adalah dengan menyelewengkan sebagian uang untuk pensiun. Sayangnya, meskipun sangat efektif pajak, uang yang terinvestasi untuk pensiun terkunci sampai Anda memenuhi beragam peraturan pemeliharaan.

Itu artinya Anda tidak bisa mendapatkan pensiun Anda sebelum Anda mencapai 55 dan akhirnya pensiun. Simpanan-simpanan untuk pensiun sama dengan kebebasan finansial bagi orang yang sudah mencapai awal 50an mereka.

Usia sekitar 50-an
Investasi Segala UmurSekaranglah waktunya bagi banyak pencipta kesejahteraan seturut dengan gaji yang tinggi dan sedikit biaya keluarga (banyak anak di saat ini akan menjadi independen secara financial).

Kesempatan lain yang umumnya timbul di usia 50-an Anda adalah pilihan untuk lebih mengambil kesempatan mengkontrol hidup Anda dengan mendirikan bisnis Anda sendiri, mungkin dengan mengambil pembayaran berlebihan yang signifikan.

Sangatlah penting untuk memikirkan dengan sangat baik sebelum menggunakan rumah keluarga Anda sebagai keamanan untuk pinjaman bisnis. Rumah yang bebas hutang adalah sesuatu yang sangat krusial bagi berbagai bentuk kebebasan financial dan jangan pernah ditaruh dalam sebuah resiko tanpa pemikiran matang.

Usia Sekitar 60-an dan selanjutnya
Investasi Segala UmurBagi banyak orang dalam usia 60-an mereka, tantangan finansial mereka paling utama adalah untuk menginvestasikan tabungan mereka untuk mendapatkan pendapatan pensiun, dan memaksimalkan usia pensiun mereka.

James dari Investec mengatakan, selagi ada aturan baku bagi para investor dahulu untuk menjadi konservatif secara ekstrim, terutama ketika ekonomi terlihat tidak pasti, ekspetasi kehidupan yang lebih tinggi berarti adalah pendekatan bertahan mungkin akan menghasilkan dalam uang Anda yang keluar.

Peraturan bagi kita semua
Berapa pun usia Anda sebenarnya, semuanya dari kita harus berhadapan dengan ekonomis yang iklim ekonomi dan investasi yang sama. Kita harus membuat range sama dari keputusan keuangan yang krusial, berdasarkan penaksiran akan resiko dan kesempatan yang ada.

Sebagaimana diingatkan, adalah juga penting untuk menghindari berpikir Anda akan mampu untuk mendapatkan banyak dengan cepat. “Setiap orang ingin menjadi kaya esok, tetapi resikonya tidaklah sebanding,” ujar Thornhill dari Motivated Money. Ketidaksabaran adalah rintangan terbesar untuk serius dan penciptaan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Sumber : http://www.jawaban.com

Tips Investasi Untuk Segala Umur ! (Bag. 1)

Berikut adalah strategi investasi yang cocok untuk segala umur…
Sebagaimana dilaporkan Peter Freeman dalam Money Magazine.

Usia sekitar 20-an
Ini adalah awal tahun ketika banyak orang yang cenderung baru di lapangan pekerjaan dan kebanyakan masih menjadi penyewa. Dimana sebagiannya telah membentuk hubungan yang permanen, masih banyak juga yang belum mempunyai anak. Kepemilikan rumah dan keluarga masih berada di masa depan.

Untuk kelompok ini, fokus keuangan utama masih seputar dalam menabung untuk rumah, investasi yang masih seputar keuntungan gaya hidup dan status pendapatan bebas pajak.

Langkah pertama untuk kebanyakan biasanya adalah mendapatkan hutang kartu kredit mereka masih di bawah kendali lalu berusaha menguranginya. Hanya setelah itu mereka akan berada dalam posisi untuk mulai membangun kesejahteraan daripada hanya sekedar untuk membayar konsumsi yang telah lewat.

Dengan bunga rendah yang masih stabil pada level relatif rendah dan harga – harga properti masih belum pasti, kelompok umur ini masih bisa berdiri untuk menambahkan melalui menabung dengan deposit untuk sebuah rumah yang bisa dibeli ketika pasar sedang lemah.

Tantangan utama mereka adalah ketika mereka harus memutuskan apakah harus mencoba untuk menambahkan pertumbuhan tabungan mereka dengan mengalihkan dana mereka menjadi rencana simpanan reguler yang menginvestasi dalam dana ekuitas.

Callinan mengatakan membangun deposito melalui investasi dalam dana ekuitas adalah strategi yang baik, tapi jika Anda bisa menerima resiko bahwa beberapa tahun terjadi keuntungan yang datar.

“Anda juga harus memiliki prakiraan waktu yang adalah setidaknya lima tahun, untuk memberi waktu bagi investasi beraksi,” tambahnya.

Usia sekitar 30-an
Investasi Segala UmurMemasuki 30-an, kebanyakan orang sudah berada dalam hubungan yang tetap, kebanyakan telah memiliki anak dan kebanyakan telah membeli rumah. Fokusnya kebanyakan adalah mengurangi hipotek mereka, kemungkinan merenovasi dan, jika memungkinkan, mencoba untuk meng-upgrade ke properti yang lebih baik lagi.

Nash dari Tynan Mackenzie mengatakan bahwa orang – orang dalam situasi seperti ini seharusnya sudah memikirkan untuk mengambil asuransi pendapatan, terutama memberikan pergerakan pertumbuhan dengan perusahaan – perusahaan untuk merespon dengan mengevaluasi kembali.
Pada akhirnya mereka harus berhati – hati untuk tidak terlalu mengulur – ulur diri mereka secara finansial, melainkan menjaga uang mereka agar tetap tersedia untuk hal – hal darurat.

Investasi Segala UmurIni mungkin termasuk menunda renovasi – renovasi. Alternatifnya, mereka harus memastikan fasilitas hipotek mereka mengijinkan mereka untuk mencairkan uang dengan cepat jika mereka membutuhkan dana mendadak dalam waktu cepat.

Tentu saja, beberapa orang dalam usia 30-an masih mengontrak dan belum berkeluarga. Kelompok ini umumnya memutuskan untuk menghabiskan waktu yang ada dengan investasi yang agresif, seperti menggunakan perlengkapan share funds atau dengan mengambil batas pinjaman untuk mendanai portfolio dari investasi berbagi langsung (direct share investments).

Sumber : http://www.jawaban.com

Alasan Kenapa Anda Perlu Berinvestasi

Jika Anda termasuk dalam sebagian orang yang merasa tidak perlu berinvestasi karena merasa sudah berkecukupan dengan penghasilan yang selama ini diterima, mungkin beberapa catatan ini akan membuat Anda berpikir ulang.

Artikel di sebuah media menyebutkan bahwa sudah pasti fisik tak selamanya sehat dan kuat. Tak selamanya Anda bisa mengandalkan fisik untuk mencari nafkah. Bagi Anda yang sudah terbiasa mendapatkan penghasilan dengan cara bekerja mengandalkan fisik, sebagai karyawan misalnya, tentunya Anda sudah merasakan betapa Anda sangat tergantung sekali pada kesehatan fisik Anda.

Selanjutnya, begitu Anda sakit dan tidak dapat bekerja, otomatis penghasilan pun berkurang. Gaji pokok mungkin masih utuh, tapi Anda bisa kehilangan premi kehadiran. Belum lagi kalau biaya pengobatannya harus ditanggung sendiri. Sudah penghasilan berkurang, harus keluar uang tambahan untuk berobat pula. Apalagi kalau Anda bekerja sendiri, sebagai penjahit misalnya, bisa-bisa Anda kehilangan penghasilan sama sekali di kala sakit.

Walaupun Anda sehat dan tidak pernah mengalami sakit yang serius, namun tetap saja faktor fisik bisa menjadi masalah nantinya. Sesehat apapun fisik Anda, usia pensiun tetap akan membatasi diri dari bekerja. Usia pensiun sudah jelas menjadi kendala permanen untuk bisa bekerja. Walaupun masih kuat dan ingin terus bekerja, namun biasanya perusahaan tidak akan mengizinkan Anda untuk bekerja lebih lama lagi.

Alhasil, gaji pun berhenti. Padahal, kewajiban memberi nafkah bisa jadi belumlah usai. Maka hanya mengandalkan fisik untuk mencari nafkah tidak bisa dilakukan selamanya. Ada saatnya dimana Anda memerlukan sumber nafkah yang tidak tergantung lagi pada kesehatan fisik atau umur.

Dampak inflasi. Sebagai negara berkembang, inflasi (kenaikan harga) di Indonesia cukup tinggi kalau dibandingkan dengan negara maju. Setiap tahunnya rata-rata kenaikan harga 10% bisa dibilang cukup normal. Bagaimana dengan penghasilan Anda? Apakah mengalami kenaikan setiap tahunnya? Dan apakah kenaikannya bisa mengejar inflasi?

Sehingga dibutuhkan alternatif sumber pendapatan lain selain dari gaji bulanan saja. Dibutuhkan sumber pendapatan yang bisa mengimbangi kenaikan harga. Malah kalau bisa, mengejar kenaikan harga sehingga bisa menjadi orang yang beruntung yang hari esoknya lebih baik daripada hari ini. Dan berinvestasi bisa menjadi solusi untuk hal ini.

Sedia payung sebelum hujan. Terkadang, tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana. Walau rencana sudah disusun matang, namun nampaknya ada saja penghalang yang tak terelakkan. Dan ini tentu saja bisa membawa akibat secara keuangan. Misalnya, jika terjadi kebutuhan mendadak karena sakit atau kecelakaan. Semuanya memang tidak kita harapkan, tapi bukankah akan lebih baik jika kita persiapkan. Maka menyimpan uang dalam bentuk investasi bisa jadi adalah pilihan yang baik sebagai dana cadangan.

Hak Generasi Mendatang. Anak keturunan adalah penenang hati kedua orang tuanya. Kegembiraan anak adalah kegembiraan orang tuanya. Kesedihan anak adalah kesedihan orang tuanya pula. Maka orang tua yang baik akan melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya. Membekalinya dengan iman, ilmu dan harta yang baik, agar bisa meneruskan cita-cita keluarga.

Anda Tipe Investor Yang Mana?

Berinvestasi adalah salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan setiap orang untuk menghasilkan uang lebih. Namun, sering kali kita bingung investasi apa yang sesuai dengan kebutuhan.

Yang perlu Anda ingat sebelum berinvestasi adalah slogan “teliti sebelum membeli”. Artinya, Anda harus meneliti produk dan jasa apa pun yang akan dibeli, termasuk meneliti apakah produk tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mengenali kebutuhan investasi merupakan langkah awal dari proses investasi itu sendiri.

Nah, sebelum memutuskan untuk menginvestasikan uang Anda pada produk yang Anda pilih, coba kenali dulu tiga karakter investor berikut. Ini akan memudahkan Anda memilih produk investasi yang tepat dalam mewujudkan rencana keuangan Anda. Karakter ini dilihat dari tingkat penerimaan risiko.

1. Tipe Konservatif

Umumnya, tipe ini tidak berani menghadapi risiko kerugian dan ketidakpastian. Cenderung untuk memilih instrumen yang sangat aman dengan hasil yang sudah diketahui sebelumnya, seperti tabungan dan deposito. Kalaupun mempertimbangkan jenis instrumen berisiko, seperti obligasi atau saham, hanya porsi kecil dari dana investasinya yang akan dialokasikan ke dalam instrumen berisiko tersebut.
Tipe konservatif sangat mengutamakan keamanan dalam berinvestasi daripada memperoleh keuntungan besar tapi berisiko. Alokasi aset yang tepat untuk tipe konservatif adalah deposito 100 persen.

2. Tipe Moderat

Tipe ini lebih berani mengambil risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan investor konservatif. Tipe moderat akan mempertimbangkan secara hati-hati jenis instrumen yang akan dimilikinya dan membatasi jumlah dana yang akan diinvestasikannya ke dalam instrumen berisiko hingga porsi tertentu. Alokasi aset yang sesuai untuk tipe moderat adalah deposito 70 persen, obligasi 10 persen dan saham 20 persen.

3. Tipe Agresif

Umumnya, tipe agresif punya keberanian dalam melakukan keputusan investasi berisiko tinggi. Tipe ini mengharapkan hasil investasi yang lebih besar dengan bersedia menerima konsekuensi risiko yang lebih tinggi pula. Cenderung untuk memilih produk yang mengalokasikan dananya pada instrumen pasar yang berisiko tinggi. Alokasi aset yang sesuai untuk tipe agresif adalah deposito 40 persen, obligasi 20 persen dan saham 40 persen.

Sudah Beberapa kali…

Hmm sudah beberapa kali nech mantan coba telp aku, cuma beberapa kali itu juga aku gak jawab.
Mungkin karena sudah bosan jarang di angkat di telp, kirim pesan dech ke YM..
Ya kata2nya cuma bilang, jangan sampe putus kontak atau kalo sudah punya pacar baru bersikap biasa biasa aja…
Tapi masalahnya sih sebenarnya bukan itu, tapi dia kan mo merried, terus aku sudah ada yang baru, so ngapain coba telp2 lagi.. kecuali emang ada yang penting,….
Selain itu yang mengganggu aku sih, kata2nya pada saat telp2… sangat tidak memotivasi hehehe.. so lebih baik mencegah dari pada mengobati kan heheheh 🙂